|
VIVAnews - Endang Rahayu Sedyaningsih adalah sosok menteri yang paling menjadi pusat perhatian. Endang tidak mengikuti audisi bersama kandidat lainnya. Lulusan Harvard School of Public Health itu justru mengikuti seleksi di saat-saat terakhir, di hari pengumuman.
Sekitar pukul 18.30 WIB, Rabu 21 Oktober 2009, juru bicara kepresidenan yang didaulat jadi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, memberikan keterang pers mendadak di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Puri Cikeas, Bogor.
Andi mengatakan, Presiden SBY akan mengumumkan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II malam ini. Pengumuman akan dilakukan di Istana Merdeka.
"Jam 10 malam ini Presiden akan mengumumkan kabinet di Istana Merdeka. Paling cepat pukul 10 malam," kata Andi. Sekitar hampir empat jam lagi, Presiden SBY akan mengumumkan para menterinya.
Sejak malam sebelumnya, beredar kabar empat calon menteri yang sudah diuji kelayakan dan kepatutannya bakal tereleminasi. Sepanjang hari ini, isu itu semakin santer. Bahkan jumlahnya bertambah menjadi lima orang. "Nanti lihat sajalah," kata Andi lagi.
Sekitar pukul tujuh malam, dua sumber VIVAnews memberikan informasi mengejutkan. Presiden SBY masih mencari calon Menteri Kesehatan RI. Beredar kabar, calon yang sekarang, Nila Djuwita Moeloek, gagal lolos tes kesehatan. Presiden sedang mencari calon penggantinya.
Nila adalah dokter ahli mata dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Pusat dan Ketua Medical Research Unit FKUI sejak dua tahun lalu. Ia adalah istri mantan Menteri Kesehatan Farid Anfasa Moeloek.
Dua jam lagi Presiden SBY akan mengumumkan kabinet. SBY masih di Cikeas bersama Boediono, sang Wakil Presiden. Kabar lain pun berhembus. SBY menginginkan kriteria khusus bagi pengganti Nila.
Syarat itu antara lain, seorang wanita dan berasal dari kawasan timur. Rombongan Presiden SBY pun meluncur ke Istana Merdeka di Jakarta. Tepat pukul 22.00 WIB, Presiden SBY mengenakan baju merah didampingi Boediono. Tampak pula Hatta Rajasa di sana.
Memang mengejutkan dan sudah diprediksi sebelumnya. Saat giliran nomor 19 dibacakan, Presiden SBY benar-benar menyebut nama pengganti Nila Djuwita Moeloek. "19, Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Setyaningsih," kata SBY.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengapa SBY mengganti Nila yang sudah audisi ke Cikeas, dengan Kepala Litbang Depkes setara pejabat Eselon II itu. Bahkan, Menteri Siti Fadilah Supari menyebut Endang sebagai staf Departemen Kesehatan yang dekat dengan Laboratorium Namru-2, milik Amerika Serikat.
"Dia (Endang) adalah mantan pegawai Namru. Dia memang sekarang ini tidak mempunyai jabatan khusus sebagai peneliti biasa," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam perbincangan dengan TvOne, Rabu, 21 Oktober 2009.
Dipilihnya Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menteri kesehatan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II membuat kaget Siti Fadilah Supari. Siti yang masih menjabat Menkes hingga pelantikan menteri baru Kamis besok, tidak habis pikir, kenapa Endang yanh terpilih.
"Semua juga kaget, ternyata, kok bisa dia. Dia itu eselon II dan tidak punya jabatan," kata Siti.
Tetapi, pro kontra ini sebenarnya sudah diprediksi SBY sendiri. Pro kontra akan bermunculkan. Namun ia menilai hal itu sesuatu yang wajar.
"Setelah diumumkan malam ini setelah dilantik besok, pasti akan menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat luas. Hampir pasti ada pihak-pihak yang tidak puas yang punya pendapat lain. Saya nilai ini wajar," kata SBY sebelum mengumumkan nama-nama menteri.
Pada tahun 2004 lalu, kata dia, hal yang sama juga terjadi. Sebelum kabinet ditetapkan muncul pro kontra. "Itulah indahnya demokrasi," kata dia.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews