Politik
Kabinet Indonesia Bersatu II
Nila Moeloek Mengurung Diri di Rumah
"Ibu memang di dalam terus. Dia pesan kami tak banyak bicara."
Kamis, 22 Oktober 2009, 10:22 WIB
Umi Kalsum, Yudho Rahardjo

VIVAnews - Nama Nila Djuwita Moeloek tersingkir di detik-detik terakhir penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu II. Perubahan ini sangat mengejutkan. Kabar yang beredar dokter mata itu tidak lolos tes kesehatan. Jelas ini pukulan telak bagi Nila yang sempat menjalani tes uji kelayakan dan kesehatan pada Minggu dan Senin lalu.

Dari sejumlah calon menteri yang mengikuti tes ini hanya nama Nila saja yang tidak disebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengumumkan susunan kabinetnya pukul 22.00 WIB, Rabu 21 Oktober 2009.

"Ibu memang di dalam terus. Dia pesan kami tak banyak bicara," kata salah satu pekerja di rumah Nila Moeloek di Kompleks Patra Kuningan, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2009.

Nila mengurung diri sejak kemarin. Wartawan yang menunggunya tadi malam tidak berhasil menemui guru besar Fakultas Kedokteran UI itu. Sebelum pengumuman kabinet, sejumlah karangan bunga sudah berdatangan ke rumah Nila. Namun tepat pukul 21.00 WIB, atau sejam sebelum pengumuman, karangan bunga itu dimasukkan ke dalam rumah.

Nila sendiri mendengar kabar namanya tidak masuk jajaran kabinet sejak kemarin siang. Pantauan VIVAnews di kediamannya hari ni terlihat sepi. Tidak banyak aktivitas yang terlihat.

Nama Nila terdepak dari daftar calon menteri dan digantikan Endang Rahayu Sedyaningsih, eselon II di Depkes. Banyak kabar yang berseliweran soal tidak masuknya Nila dalam daftar kabinet. Yang santer terdengar adalah karena alasan kesehatan. Kabar lainnya menyebutkan, Nila terdepak karena lobi kuat perusahaan rokok mengingat suaminya Farid Anfasa Moeloek merupakan ketua Komisi Nasional Anti Tembakau. Namun kabar terakhir ini belum dikonfirmasi kebenarannya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Syaflini
22/10/2009
Bu Nila, semua ketentuan yang Maha Kuasa harus kita yakini itu ada. Jadi atau tidaknya Ibu sebagai menkes di Kabinet SBY bukan merupakan musibah namun ambil berkahnya.
Balas
Sehat
22/10/2009
mengapa harus mengurung diri Bu? ini sudah ketentuan/ketetapan Allah SWT yang terbaik untuk ibu, maka bersyukurlah. Mengurung diri hanya akan membuktikan kpd masyarakat bhw memang benar ibu 'kurang sehat' dan tidak bisa (atau tidak biasa?) menerima 'tek
Balas
waluyo, T,K.
22/10/2009
Ya...bu legowo saja,, masih banyak cara dan jalan lain untuk mengabdi dan berbuat baik bagi bangsa dan negara Indonesia. Sabar yya ibu.......
Balas
Kirim Komentar
   
Nama
Email
Komentar
 
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
  *Jika anda member Vivanews, silahkan  atau